Mempelajari Strategi Bisnis Parcel



bisnis parcel Menjelang hari raya Natal maupun lebaran, bisnis ini bisa dibilang berada di puncak prestasi. Apalagi kalau bukan bisnis parcel natal. Yah, bisnis parcel natal mengalami masa kejayaan di bulan-bulan tertentu, salah satunya Idul Fitri dan natal.
Umumnya mereka membeli parcel untuk diberikan pada sanak saudara atau relasi bisnis. Hal ini sah-sah saja dilakukan, toh tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi. Tertarik untuk memulai bisnis parcel natal? Bila tertarik dan ingin mencoba, berikut ini tips bisnis parcel harus kita lakukan:
1. Tentukan Siapa Target Pembeli Kita Kita harus menentukan, siapakah target pasar kita. Hal ini berkaitan dengan modal yang kita miliki juga. Apakah target pasar kita kelompok menengah ke bawah atau mungkin kelompok menengah ke atas. Hal itu harus kita tentukan dari awal.  
2. Tentukan Apa Yang Akan Kita Jual Untuk Paket parcel natal tak harus diisi makanan, bisa juga dengan: pakaian, peralatan make up, buku, dan pernak-pernik lainnya. Bisa jadi, kita menjual paket lebaran yang berbeda dari kebanyakan orang. Buku misalnya, dengan pangsa pasar adalah orang-orang yang memiliki minat tinggi terhadap buku, yaitu golongan: penulis, editor, wartawan, dan mahasiswa (mungkin). Bisa jadi kita menjual paket buku untuk paket lebaran kita. Sepertinya ini menarik karena berbeda dari biasanya.  
3. Sesuaikan Dengan Modal Tak harus dengan modal besar, karena modal kecilpun bisa. Dengan modal yang kecil kita bisa membuat parcel natal yang mini juga, misalnya berisi peralatan sekolah atau apapun yang tidak berbiaya besar.  
4. Tentukan Supplier Boleh juga kalau kita bekerja sama dengan pemasok, karena dengan begitu kita bisa mendapatkan harga yang miring. Apalagi bila pemasok adalah orang yang kita kenal.  

5. Bingkis Dengan Indah adalah dua hal penting. Pembeli tentunya akan tertarik membeli barang-barang yang terlihat bagus. Yah, tentunya bagus luar dalam, karena bila bagus luarnya aja itu namanya menipu. 

6. Pasarkan Bila semua persiapan sudah selesai, tahap berikutnya yaitu memasarkan. Ini adalah tahap penting. Buat apa membuat barang bagus-bagus dan susah-susah serta berbiaya besar bila tidak laku di pasaran. Pemasaran  bisa kita lakukan baik secara langsung maupun tidak.

Langsung misalnya kita langsung mendatangi sasaran dan menjelaskan paket produk yang kita tawarkan. Kita bisa mempergunakan momen arisan, pengajian, atau bazaar Ramadhan. Bisa juga secara tidak langsung misalnya dengan mempromosikannya di blog, FB, atau jejaring sosial lainnya.
Tips-tips di atas bisa dilakukan bila kita ingin terjun tuk sementara di bisnis musiman yang menggiurkan tersebut.

Sumber: www.wayantulus.com


EmoticonEmoticon