Showing posts with label Timnas. Show all posts
Showing posts with label Timnas. Show all posts

Timnas Indonesia Coret Arthur Irawan

Salah satu bek tim nasional Indonesia Arthur Irawan tidak akan membela skuad "Merah Putih" di Piala AFF 2012. Pasalnya, posisi pemain Espanyol B tersebut akan digantikan oleh Raphael Maitimo yang akhirnya diikutsertakan dalam tim setelah masalah paspornya rampung.
"Dia (Raphael) sudah masuk ke dalam skuad kami karena paspornya sudah selesai. Tapi apakah dia akan langsung dimainkan atau tidak, kita akan lihat besok," ujar pelatih timnas Indonesia, Nil Maizar saat konferensi pers di Hotel Palace Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (24/11/2012).
Nil mengaku, keputusan ini sulit bagi tim pelatih. Akan tetapi, pelatih berusia 42 tahun tersebut menegaskan pencoretan itu dilakukan demi mengedepankan kondisi dan performa tim secara keseluruhan. "Karena semua tim dalam skuad ini bagus dan siapa saja yang masuk dalam skuad adalah yang terbaik bagi tim," kata mantan pelatih Semen Padang itu.
Timnas Indonesia Coret Arthur Irawan
Apakah dengan dicoretnya Arthur akan mengganggu keseimbangan timnas, Nil mengatakan,"Kita sudah setup Raphael di posisi bek kanan (posisi Arthur) saat latihan kemarin. Jadi, ini bukan hal yang mendadak karena sudah dipersiapkan."
Dengan tidak dimasukannya Arthur ini, maka pemain kelahiran Surabaya tersebut dipastikan tidak akan memperkuat timnas di tiga pertandingan Indonesia dalam babak kualifikasi grup B Piala AFF. Dalam grup tersebut, Indonesia bersama tuan rumah Malaysia, Singapura, dan Laos.
Di pertandingan perdana, Irfan Bachdim dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Laos di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/11/2012).


sumber : kompas.com

Tim nasional sepak bola Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam
Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.