Showing posts with label Pelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran. Show all posts

Tips Mengajar Dengan Ilmu santai dan Berpengetahuan

Mengajar itu panggilan jiwa, pengabdian tanpa pamrih. Pekerjaan yang sangat mulia, dimana salah satu cara untuk mencerdaskan generasi muda. Sehingga bangsa ini  bebas dari kebodohan dan kemiskinan.
Mengajar yang efektif, tidak hanya sekedar transfer ilmu saja. Tetapi perlu memberikan pemahaman dan pendalaman. Tidak hanya teori yang didapat tetapi mendapatkan hal yang lain juga yaitu ILMU DAN HATI.
Mengajar dengan ilmu.
“ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang dibagikan dan bermanfaat untuk orang lain”. Ketika Dosen memiliki suatu pengetahuan yang baru, dengan senang dan ikhlas bagikan di dalam kelas. Sehingga mahasiwa memperoleh informasi yang update tentang perkembangan yang terjadi di luar kelas.
Untuk memenuhi tujuan ini,  pengajar selalu upgrade ilmu dengan cara mengikuti seminar-seminar. Baik itu yang diadakan oleh lembaga pendidikan lain maupun lembaga pemerintah. Dengan topik yang berkaitan dengan background ilmu.
Hal ini bisa dijadikan topik di mata kuliah, tanyakan pendapat mereka tentang perkembangan saat ini. Awalnya diskusi mungkin tidak berjalan dengan baik, tapi gunakan trik dengan memancing agar mereka mau beropini  apapun itu pendapatnya.
Mencoba memancing emosi mereka dengan mengatakan “kalau disetiap taman banyak bunga warna kuning, berusaha untuk menjadi warna merah, dengan begitu kita akan mempunyai keunikan”. Dalam artian setiap orang harus punya diferensiasi sehingga akan menambah nilai lebih. Tekankan juga orang yang selalu berpendapat akan didengar dan selalu dimintai pendapat dalam hal pengambilan keputusan.
Kelas itu bukan sarana untuk mendengarkan dosen yang mengajar, tapi kelas itu adalah sarana berbagi ilmu, tempat diskusi. Dengan seperti itu semunya mendapat keuntungan. Dari sisi dosen, mendapatkan ilmu baru yang didapat dari opini mahasiswa, dan dari sisi mahasiswa mereka akan terbiasa untuk mengungkapkan pendapat. Dimana manfaatnya bisa dipakai ketika mereka bekerja di perusahaan.
Membuat mahasiswa berfikir, itu yang dilakukan agar mahasiswa tidak hanya menerima. Topik apapun selalu dibahas dan didiskusikan, strateginya buat suasana pro kontra untuk menjadikan suasana lebih menarik. Kalau sudah seperti ini suasana kelas akan terasa lebih hidup, dan hal ini juga membiasakan mahasiswa dengan perbedaan pendapat tapi disampaikan dan diselesaikan dengan cara yang bijak.
Browsing internet itu juga salah satu cara  mengupgrade ilmu. Dengan mengamati perkembangan di dunia maya pengaruhnya sangat signifikan terhadap pengetahuan. Banyak informasi yang tidak diketahui terutama mengenai dunia luar. Mahasiswa akan menjadi tahu dan kaya akan informasi. Itu sebabnya  sarankan kepada mahasiswa untuk tidak lepas dari internet, minimal 1 minggu sekali buka internet perkaya wawasan. Biasakan penugasan kuliah  tidak pernah jauh dari dunia maya. setidaknya akan membiasakan mahasiwa dengan perkembangan teknologi, dan memberikan gambaran bahwa hanya dengan membuka komputer mereka bisa melihat seluruh dunia disana.
belajar Bersama teman mahasiswa
Menggunakan media e-mail, dan untuk forum diskusi dengan mahasiswa di luar kelas  sediakan fasilitas seperti yahoo messenger dan facebook. Sehingga mahasiwa lebih bebas untuk bertanya dan mendisukusikan sesuatu hal yang mereka tidak sempat atau malu untuk bertanya di kelas.
Membuat suasana menyenangkan dan mahasiwa tidak jenuh, lebih termotivasi dan membuat mereka merasa beruntung dengan kondisi sekarang. Putarkan beberapa film yang bisa diambil dari you tube atau referensi pada saat seminar. Dimana isinya tentang motivasi yang menampilkan kekurangan manusia tapi bisa dijadikan kelebihan. Seperti salah satu film motivasi dimana bercerita tentang wanita yang tidak mempunyai tangan dan kaki yang tidak sempurna. Tapi bagaimana dia tetap berjuang untuk melawan dan mempertahankan hidup.  Selain itu juga coba tampilkan gambar-gambar kalau jadi orang yang sukses. Berikan sugesti kepada mereka jadilah orang kaya. Dengan menjadi orang kaya mereka bisa membeli apapun yang diinginkan dan yang paling penting bisa membantu dan berguna bagi orang lain, terutama orang yang tidak mampu.
Untuk membandingkan antara ilmu dengan dunia nyata, setiap akhir semester  dorong mahasiwa untuk berbuat hal yang sama. Membagikan ilmu yang dimiliki sekecil apapun kepada orang lain. Misalnya, hal yang sudah saya dilakukan dengan mengundang para pelaku ukm datang ke kampus untuk diberikan pelatihan. Mahasiswa manajemen informatika (MIF) yang sudah melakukan ini, karena mereka bisa memberikan ilmu terutama yang berkaitan dengan teknologi komputer. Mereka melatih para ukm dalam pengenalan microsof office lalu  bagaimana membuat hompage dan iklan di internet. Ada juga sesi yang dimana para pelaku UKM juga yang berdiskusi, gunanya agar mahasiwa tahu kondisi di lapangan, bagaimana seluk beluk untuk mendirikan usaha. Sehingga mahasiswa bisa membandingkan antara teori dan kondisi di lapangan.
Setelah itu ujian akhirnya adalah berupa aplikasi di lapangan, dimana mereka dicoba untuk membuka usaha dengan modal seminim mungkin atau tanpa modal sama sekali. Usaha yang dilakukan perkelompok. Hal ini ternyata cukup efektif, karena sebagian dari mereka tertarik untuk menggeluti bisnis. Nilai yang paling besar dilihat dari seberapa besar kemauan dan semangat mereka dalam menjalankan usaha.

Mengajarlah dengan hati
ini menjadi metode yang paling ampuh agar suasana mengajar lebih menyenangkan dan tidak akan terasa berat. Untuk membuat mahasiswa menyukai mata kuliah yang kita terapkan, yang pertama dilakukan buat mahasiwa menyukai dosennya dulu, sesulit apapun mata kuliah itu mahasiswa akan lebih bersemangat.
Mengenali mahasiswa dalam 1 kelas itu bukan pekerjaan yang mudah, trik yang dilakukan setiap mereka bertanya atau menjawab diberikan peraturan menyebutkan nama. Sekali-kali absen mereka agar lebih mudah menghafal nama-nama mereka.
Karakter mahasiswa memang berbeda-beda ada yang pintar, ada yang kritis, ada yang biasa-biasa saja, ada yang rajin dan ada yang malas. Paling sulit memang menghadapi mahasiswa yang malas, jangankan membuat tugas masuk kelas pun terkadang jarang. Strateginya ketika mahasiswa itu masuk jadikan dia menjadi pusat perhatian bukan untuk menyudutkan tapi untuk membuat dia merasa nyaman dan menyenangkan berada di kelas ini. Pusatkan perhatian dan ajukan terus pertanyaan  mengenai topik yang sedang didiskusikan dan ketika menjawab puji dia dengan mengatakan “bagus” “hebat”, ternyata kata-kata itu seperti mengandung magic yang cukup ampuh. Pujian bisa membuat orang lebih bersemangat dan tidak malas.
Menempatkan mahasiswa sebagai teman untuk berdiskusi, sebagai teman yang dipercaya untuk mahasiswa menceritakan semua baik yang berhubungan dengan pendidikan maupun di luar itu. Sehingga semakin dalam keterlibatan emosi kita dengan mereka. Keuntungannya  akan semakin tahu kepribadian dan karakter masing-masing. Sehingga pengajar bisa memperlakukan setiap orang berbeda sesuai dengan karakter masing-masing. Bagi saya itu hal yang penting memahami karakter  setiap mahasiswa, sehingga tidak ilmu saja yang mereka dapat tapi perubahan sikap dan tingkah laku. Saya ingin menjadikan mahasiswa yang saya bina menjadi orang yang “Pintar Ilmu Tapi Kaya Hati”.

Pelajaran Tentang Memasak Sehat Untuk Anak

Jika Anda akan mencari untuk belajar memasak resep keluarga yang sehat dari rumah? Jika Anda benar-benar ingin menikmati makanan sehat tidak ada cara Anda dapat mengandalkan sampah diolah Anda membeli di toko-toko dengan banyak aditif itu beracun. Apa yang bisa kita lakukan untuk memastikan kami memberikan keluarga kami memasak terbaik mungkin yang sehat dan bergizi bagi mereka
belajar SehatLangkah pertama yang perlu Anda ambil untuk membuat resep memasak sehat yang baik adalah untuk memulai sederhana, terlalu sering kita mengambil sebuah buku masak dan kewalahan dengan instruksi kita perlu mengikuti. Mulai sederhana menggunakan salah satu produk utama pada awalnya, eksperimen dan mencoba dan mencari tahu bagaimana melakukannya seperti yang Anda suka. Akhirnya Anda tidak perlu apapun instruksi untuk dapat menciptakan keluarga resep favorit Anda
Ada beberapa keuntungan yang signifikan untuk memasak dan belajar resep sehat bagi keluarga Anda.
Kami pertama kali melihat hal itu pada anak-anak kita. Biasanya makan malam akan terdiri dari paket makanan dilemparkan ke dalam oven, sedikit bawang putih atau roti pizza untuk sesuatu di samping, itu baik ini atau semacam Takeaway. Kami tahu ini salah, tapi kehidupan sibuk memimpin dan tampaknya kami punya sedikit waktu untuk khawatir tentang memasak.
Suatu hari kami memutuskan untuk membuat berdiri dan mulai memasak makanan sendiri kita malam dari resep segar. Pada awal minggu ini, kami akan membuat catatan dari apa yang kita makan akan memiliki setiap malam minggu itu. Kami kemudian mempersiapkan daftar belanja untuk memastikan kami tidak punya alasan untuk tidak melakukannya. Kami bahkan punya anak yang terlibat dalam aksi dan mereka mencintai menghabiskan waktu pencampuran dan mengiris.
Salah satu perbedaan utama kami melihat ini anak-anak kita adalah fakta mereka kurang hiper aktif dan tampaknya memiliki rentang perhatian meningkat
Ada palet alam juga meningkat dan mereka mulai menghargai makanan rumah yang baik dimasak. Berat hilang dan kebiasaan makan benar-benar berubah. Ini hanya beberapa alasan Anda harus mencari untuk mengetahui resep sehat yang Anda bisa memasak dari rumah .Jangan takut untuk mendapatkannya harus memasak salah proses belajar menyenangkan dan seperti yang Anda mulai memahami apa yang keluarga suka Anda akan mampu menyulap memasak sehat lezat setiap malam untuk keluarga Anda.

Ciri Ciri Pelajaran yang Gagal

Ciri Ciri Pelajaran yang Gagal

1. Mempunyai sifat “malas” yang menjadi musuh utama kejayaan.

2. Tidak bermotivasi.

3. Mempunyai tanggapan bahawa pelajaran belum tentu memberi jaminan masa depan.

4. Menjadikan seseorang yang telah gagal sebagai idola atau model.

5. Tidak bersedia menghadapi pembelajaran dalam bilik darjah.

6. Tiada perancangan untuk belajar dengan berkesan.

7. Terpengaruh dengan rakan-rakan sebaya yang menjurus ke arah perkara-perjara yang tidak baik. :-(

8. Sentiasa menangguhkan masa untuk belajar hingga ke saat-saat akhir peperiksaan.

9. Datang lewat ke sekolah dan selalu ponteng sekolah.

10. Gagal menyiapkan tugasan yang diberi oleh guru.

11. Berangan-angan dan sering bermain-main dalam bilik darjah.

12. Tidak mempunyai kelengkapan persekolahan yang lengkap untuk proses pembelajaran.

13. Sentiasa bermasalah, suka mencari masalah dan mendatangkan masalah di sekolah dan luar sekolah.

14. Melibatkan diri dalam aktiviti yang tidak sihat seperti melepak dengan rakan-rakan di bandar-bandar, terlibat dengan kegiatan tidak bermoral

15. Menjadikan kemiskinan penghalang kepada usaha untuk berjaya dalam pendidikan.

16. Terlalu berserah pada nasib dan tidak mahu lagi berusaha untuk mengubah dirinya.

17. Lebih banyak bergantung kepada ibu, bapa, guru dan rakan-rakan untuk belajar. Tidak boleh berdikari.

18. Tidak ada perancangan masa untuk belajar seperti mengadakan jadual waktu.

19. Sentiasa beranggapan bahawa peperiksaan dalam kelas adalah tidak penting.

20. Tidak menggunakan sepenuhnya perpustakaan sebagai gedung untuk mencari dan menambahkan ilmu.

21. Tidak sanggup mengorbankan masa, tenaga, fikiran dan wang ringgit demi untuk pelajaran. Pelajar seperti ini lebih sanggup menghabiskan wang mereka untuk membeli majalah-majalah hiburan atau komik kegemaran mereka.

22. Tidak menghormati ibu, bapa, guru, orang tua dan rakan-rakan sekelas.

23. Mementingkan diri sendiri dalam apa sahaja yang dilakukan termasuklah pembelajaran.

24. Gagal menunaikan tanggungjawab kepada Allah.

25. Menyalahkan nasib dan takdir jika berlaku sebarang masalah. Namun tidak pernah mahu menyalahkan diri sendiri.

26. Cepat putus asa dan kecewa apabila gagal.

Ciri Ciri Pelajaran Cemerlang

1. Sentiasa yakin pada potensi diri sendiri untuk boleh menempah kejayaan dalam pendidikan.
2. Bersedia memikul tanggungjawab sebagai seorang pelajar yang menjadi harapan agama, bangsa, negara, keluarga dan masyarakat.
3. Memberikan tumpuan sepenuhnya kepada pelajaran semasa mengikuti pengajaran guru.
4. Membuat persediaan awal apabila akan menghadapi peperiksaan tidak kira sama ada ujian bulanan, peperiksaan penggal atau peperiksaan UPSR, PMR, SPM dan STPM. @}>-`-,–}—-
5. Sentiasa bersiap sedia dalam menghadapi sebarang bentuk ujian atau peperiksaan yang bakal diadakan oleh pihak sekolah (ujian bulanan, peperiksaan penggal) atau oleh pihak kementerian (peperiksaan yang sebenarnya).
6. Menyediakan keperluan peralatan belajar yang mencukupi seperti buku-buku rujukan, buku latihan, alat-alat tulis, nota-nota ringkas dan sebagainya lagi.
7. Menepati waktu belajar yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah seperti datang ke sekolah dalam waktu yang ditetapkan dan pulang hanya setelah dibenarkan. Ini akan melatih pelajar menjadi seorang yang berdisiplin. Apabila sikap disiplin telah tersemai dalam jiwa pelajar, maka mudahlah bagi pelajar untuk mendisiplinkan diri dalam pembelajaran.
8. Mendapatkan bantuan guru atau kawan-kawan sekelas yang lain apabila gagal mengikuti kelas di atas sebab-sebab tertentu. Misalnya apabila pelajar sakit dan tidak dapat hadir ke kelas, pelajar perlulah mendapatkan bantuan kawan-kawan untuk mendapatkan nota-nota pelajaran, atau mendapatkan penerangan guru bagi pelajaran yang telah tertinggal itu.
9. Sentiasa menghormati guru sama ada semasa guru sedang mengajar di dalam kelas atau sewaktu berada di luar kelas. Guru adalah sumber ilmu. Oleh itu sentiasalah menghormati guru yang memberikan kita ilmu.
10. Bersoal-jawab dengan guru untuk memahami pelajaran yang telah diajar. Malah ahli falsafah Yunani yang terkenal bernama Socrates pernah berkata ‘carilah ilmu pengetahuan dengan cara bersoal-jawab’.
11. Sering memberi pandangan dan pendapat dalam proses pembelajaran. Ini kerana dengan cara memberikan pandangan, rakan-rakan pelajar dan pelajar sendiri akan semakin memahami pelajaran tersebut. Amalan ini juga dapat melatih dan mengasah daya ketajaman pemikiran pelajar.
12. Sering berbincang dengan rakan-rakan tentang pelajaran yang telah dipelajari. Ini biasanya dilakukan dalam kelas-kelas perbincangan, kelas tambahan atau dalam kumpulan studi. Perbincangan akan memantapkan lagi kefahaman terhadap sesuatu pelajaran.
13. Menyiapkan tugasan yang telah diberi oleh guru sama ada kerja dalam kelas atau kerja rumah, dalam tempoh yang ditetapkan oleh guru berkenaan. Pelajar yang berjaya adalah pelajar yang sering menyiapkan tugasan yang diberikan oleh guru mereka.
14. Mengadakan kumpulan perbincangan (study group) bersama rakan-rakan yang mempunyai visi dan agenda yang sama iaitu kejayaan dalam peperiksaan.
15. Menjadikan perpustakaan sekolah dan perpustakaan yang lain sebagai gedung ilmu pengetahuan untuk dikunjungi dan mendapatkan buku-buku untuk dipinjam.
16. Membaca akhbar atau majalah-majalah akademik untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tambahan.
17. Menonton rancangan televisyen yang sesuai untuk mendapatkan pengetahuan seperti Rancangan Pendidikan, Berita dan lain-lain lagi.
18. Mengadakan ujian dan peperiksaan kendiri (sendiri) seperti dibuat dalam peperiksaan sebenarnya, untuk dijadikan sebagai pengukuhan pembelajaran. Pelajar juga perlu menganggapkan ujian dan peperiksaan yang diambil itu adalah ujian dan peperiksaan yang sebenarnya. Jika gagal bererti anda gagal dalam peperiksaan yang sebenar.
19. Menyediakan jadual waktu untuk merancang pembelajaran pelajar di luar sekolah. Minta nasihat guru atau abang-abang yang berpengalaman untuk mendapatkan corak jadual yang sesuai dan efektif. Jadual ini mestilah dipatuhi.
20. Mengikuti ceramah-ceramah motivasi yang diadakan untuk melahirkan semangat dan keyakinan diri.
21. Mengikuti seminar-seminar peperiksaan yang diadakan bagi memahami teknik-teknik menjawab soalan peperiksaan.
22. Membeli buku-buku rujukan yang sesuai. Ini dapat memantapkan persediaan pelajar. Minta bantuan guru untuk mendapatkan senarai buku-buku rujukan pilihan untuk subjek-subjek tertentu. Ingat pepatah Inggeris, “Don’t judge the book by its cover.” Buku yang kelihatan cantik menawan tidak semestinya baik. Hanya guru yang lebih memahami kualiti sesuatu buku rujukan.
23. Mengikuti kelas-kelas tuisyen untuk menambahkan lagi pengalaman dan kecekapan pelajar dalam pelajaran.
24. Mengadakan lawatan ke pameran-pameran buku yang diadakan.
25. Menyertai pelbagai aktiviti sekolah secara aktif dalam kokurikulum. Badan yang cergas akan menghasilkan otak yang sihat. Otak yang sihat pla akan melahirkan pemikiran yang lancar.
26. Pelajar perlu sanggup menghadapi cabaran luaran yang hebat yang sering cuba mengganggu penumpuan pelajar pada pelajaran atau cuba mengurangkan minat pelajar untuk belajar. Antara cabaran luaran yang dimaksudkan itu adalah hiburan, aktiviti sukan yang berlebihan, amalan suka melepak dan membuang masa dan gangguan kawan-kawan yang suka mengajak pelajar melakukan perkara-perkara yang kurang berfaedah.
27. Menjaga keselamatan diri dengan mengelakkan sebarang bentuk bahaya yang dapat mengancam tubuh fizikal pelajar. Misalnya, jangan bermain dengan api, elektrik atau mercun. Bayangkanlah jika pelajar kehilangan jari tangan kanan dalam kemalangan.
28. Menjaga kesihatan tubuh badan dengan cara menghindari sebarang bentuk penyakit. Jaga keseimbangan makanan. Jangan makan terlalu banyak ‘junk-food’. Hindari makan di gerai-gerai yang kotor atau membeli kueh-kueh yang terdedah tanpa ditutup. Jangan berjaga sepanjang malam. Ini boleh menjejaskan kesihatan.
29. Menjaga dan mengawal pemakanan dengan memakan makanan yang seimbang. Ini akan menjamin kesihatan badan yang baik dan otak yang dapat berfikir dengan lebih lancar. Pilih jenis makanan yang sesuai untuk minda dan kesihatan tubuh badan.
30. Jangan segan untuk menimba pengalaman daripada pelajar-pelajar yang telah berjaya dalam peperiksaan. Jadikan abang-abang dan kakak-kakak yang telah berjaya itu sebagai model atau contoh pelajar cemerlang. Perhatikan ciri dedikasi dan disiplin mereka dalam menghadapi peperiksaan. Pengalaman mereka yang telah berjaya itu sungguh berharga untuk pelajar yang bakal menghadapi peperiksaan.
31. Bagi pelajar Islam, tunaikan sembahyang lima waktu seperti mana yang telah disyariatkan oleh agama. Bagi pelajar bukan Islam yang lain, lakukan amalan ibadat agama masing-masing.
32. Sentiasa berdoa dan mengharapkan pertolongan daripada Tuhan. Aspek kerohanian ini juga sama penting dengan aspek jasmani dan minda pelajar.
33. Berserah diri kepada Tuhan dan tidak putus asa jika gagal. Apabila menghadapi kegagalan, berusahalah lagi dengan menjadikan kegagalan itu sebagai iktibar dan panduan untuk lebih berjaya. Jadikan semua bentuk kegagalan sebagai pengukuh diri untuk mencari kejayaan yang lebih cemerlang.