Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi. Show all posts

Hubungan Strategi, Praktek Manajemen Kualitas Dan Sistem Pelaporan Kinerja Dengan Akreditasi Iso

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar bekang

Persaingan antar produk/jasa dewasa ini terus meningkat dalam merebut perhatian konsumren sehingga menyebabkan persaingan antar bisnis terus meningkat pula . Persaingan ini semakin menyadarkan perusahaan akan pentingnya kualitas produk/jasa . Meskipun kualitas terkadang diartikan relatif, namun tetap dipandang penting dalam persaingan ( Price dalam lock dan Smith, 1990 : 6-7 ), dan meskipun kualitas pada awalnya diidentikkan ( misconceptions ) dengan sesuatu yang sulit di ukur tapi diakui ketika melihatnya dan juga dinilai mahal, mewah, dan eksklusif , namun perlahan –lahan disadari kepentingannya selama mampu memenuhi atau melebihi ekspektasi pelanggan ( Fox,1993 :5-6 ).

Dari prespektif lain, kualitas produk /jasa semakin dianggap penting dan terus dijadikan fokus perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat baik dimata konsumen maupun dimata pesaing. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin kuatnya inisiatif perusahaan dalam mengembangkan sistem manajemen kualitas ( quality management system ) untuk memastikan apakah produk /jasa yang dihasilkan telah memenuhi tujuan kualitas yang diharapkan atau tidak. Sistem manajemen kualitas dinilai dapat memenuhi tujuan tersebut melalui penyediaan informasi terkait dengan upaya dalam mengidentifakasi kualitas ( Weiss dan Gershon , 1989: 758 ).

Memang upoaya menciptakan produk/jasa yang berkualitas sebenarnya tidak bisa terlepas dari proses operasinya. Proses tersebut sangat tergantung pada jasa produk/jasa yang dihasilkan, semakin banyak karakteristik yang dibutuhkan, maka dapat semakin banyak pula proses yang dibutuhkan .Seitring dengan beragamnya proses dalam menciptakan suatup roduk.jasa yang berkualitas tersebut , maka diperlukan suatu sistem agar kualitas itu sendiri dapat dihasilkan secara konsisten dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Pada dasarnya , terdapat beberapa konsep sistem manajemen kualitas (quality management system) yang pernah diterapkan . Konsep tersebut terus dikembangkan seiring dengan evolusi manajemen kualitas tersebut dapat diklasifikasikan kedalam 5 ( lima) fase yaitu : (1) Fase inspeksi penerimaan (acceptance inspection), (2) Fase konterol kualitas (quality control), (3) Fase jaminan kualitas (quality assurance), fase manaajemen mutu terpadu (total quality assurance) ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :1 ). Masing-masing fase tersebut memiliki sejarah tersendiri sejak fase inspeksi dikenalkan pada tahun 1920-an ( Bank, 1989:7 ) .


Dari beberapa fase , fase Total Quality Management ( TQM) hingga kini dipandang sebagai fase evolusi yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan manajemen kualitas fase ini tidak hanya dipandang sebagai teknik . namun merupakan filosofi atau full commitment pada semua level dalam mencapai kualitas produk/jasa . Fase Total Quality Assurance (TQA ) merupakan fase lanjutan dari TQM sebagai respon terhadap High technology. Diciptakannya akreditasi ISO ( The Intyernational Organization Standardization) sejak 1987 dengan menetapkan sertifikasi ISO 9000:1994 series hingga direvisi menjadi sertifikasi ISO 9000 : 2000 series itu masih mengakui bahwa Total Quality Management (TQM ) merupakan pencapaian standarisasi yang optimum (Suardi ,2004 :39)

Seperti diketahui bahwa ISO merupkan organisasi non pemerintah yang berbasis di Jenewa , Swiss. ISO didirikan di tahun 1946 untuk memajukan perkemnbangan standar Internasional dan aktivitas-aktivitas terkait dalam memfasilitasi pertukaran produk dan jasa secara global .Sejak didirikan ISO masih belum ditetapkan standarisasi yang baku , barupada tahun 1987 ditetapkannya ISO 9000 series ( Pratical Guide to ISO 9000:2000.2003 :12) . Pengembangan yang terkhir adalah ditetapkannya keluarga ISO9000,2000 seriues sebagai core standard yang terdiri dari ISO 9000,9001 dan 9004 dan ISO19011 :2002 sebagai supporting standard . ISO 9001 :2000 merupakan standarisasi tertinggi karena mencakup penerapan standar komitmen TQM dan juga TQA sebagai respon terhadap high –tecnology dalam bentuk business alliance and technology sharing antara perusahaan dengan suplier.

Seiring dengan terus dikembangkannya konsep manajemen kualitas dan akreditasi ISO , namun disayangkan bahwa tidak sedikit perusahaan yang meragukan manfaat dalam mengadopsi konsep ini . Khususnya untuk akreditasi ISO , terkadang hanya dianggap sebagai respon terhadap permintaan eksternal ( pelanggan ). . Dugaan ini seperti yang telah dibuktikan oleh Car et al .(1997 : 383-403), dimana ternyata tidak banyak perbedaan antara perusahaa yang berakreditasi ISO dengan yang non ISO. Dari tiga kelompok variabel yang digunakan yaitu strategi , praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja, secara signifikan hanyalah strategi yang membedakan antara perusahaan ISO dan nono ISO dimana perusahaan ISO lebih menekankan pada strategi kuialitas daripada strategi biaya.

Penelitian yang lain mendukung penelitian di atas seperti yang ditemukan oleh Sjoblom ( 1998 : 363-373 ) dimana sistem pelaporan kinerja fisik dalam mengidentifikasikan dan meningkatan kualitas tenyata dianggap lebih bermanmaat dibanding sistem pelaporan kinerja keuangan berupa cost of quality ( COQ) seperti yang diisyaratkan oleh akreditasi ISO . Sistem pelaporan kinerja keuangan dianggap kurang relevan dan reliabel ketimbang sistem pelaporan kinerja fisik . Informasi keuangan dinilai memiliki keterbatasan dalam keputusan operasi.
Di Indonesia tidak sedikit yang meragukan menfaat dari standarisasi ini (Suardi , 2004 : 30 ) . Kebanyakan beberapa perusahaan sepertri Indonesia berupaya untuk mendapatkan akreditasi ISO hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikasi , untuk memenuhi persyaratan pelanggan ,atau bahkan untuk mengikuti trend dan bukan untuk membantu organisasi dalam mencapai sasaran bisnisnya .Dari orientasi ini perusahaan menjadi merasa terbebani daripada mendapatkan maknanya (Suardi , 2004 : 38 )

Jika banyak perusahaan yang meragukan manfaat dari akreditasi ISO , dan TQM dipandang oleh akreditasi ISO sebagai filosofi atau full commitment pada semua lecvel dalam mencapai kualitas produk/jasa yang optimal, yang menjadi pertnyaan adalah seberapa pentingkah diterapkannya penerapan total quality management (TQM pada suatu perusahaan .Jika suatu mperusahaan mementingkan strategi biaya ( cost leardership strategy ) dari pada kualitas ( quality- focused strategy ) agar dihasilkan produk/jasa yang murah dan dapat memenangkan persaingan, masih pentingkah akreditasi ISO tersebut ?

Terkait dengan hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh car et el. ( 1997 :383-403 ) dan Sjoblom ( 1998 :363-373 ) dan juag beberapa dugaan mengenai realitas perusahaan di Indonesia mengenai penilaian mereka terhadap akreditasi ISO , kemudian peneliti ingin mengkaji bagaimana sebenarnya realitas di lapangan . Peneliti ingin mengkaji hal ini khususnya pada beberapa perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , dimana peneliti ini secara khusus mendasarkan pada penelitian yang telah dialakukan oleh carr et.al .di atas. Bagaimana hubungsan antara strategi , praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja yang ditetapkan pada perusahaan tersebut dengan akreditasi ISO yang telah mereka peroleh.
Sinar Mas Group merupakan kelompok bisnis yang memiliki 4 ( empat) divisi besar yaitu : (1) divisi agribisnis dan makanan, ( 2 ) divisi developer dan properties, ( 3 ) divisi finance, dan ( 4) divisi pulp & paper masing-masing divisi terdiri dari beberapa unit perusahaan yang berbeda. Divisi pulp & paper product merukana divisi terbesar karena divisi merupakan core business dari Sinar Mas Group. Divisi ini terdiri dari 5 perusahaan yang berbeda yang bergerak di industri pengolahan kertas yang menghhasilkan produk-produk seperti corrogium medium, kraft liner ,core board , chipboard , wraping paper, tube /core dan laminating paper dan lain sebagainya, seluruh perusahaan pada devisi ini telah memperoleh sertifikasi ISO 9000:2000.

Alasan mengapa memilih perusahaan Sinar Mas Group Divis pulp & Paper Product ini sebagai obyek penelitian adalah karena divisi ini selain telah lama memperoleh sertifikasi ISO , devisi ini juga masuk dalam kelompok 4 besar dunia yang bergerak di industri pengelohan kertas .Selain itu industri ini juga memiliki value chain yasng kompleks dan memerlukan strategi yang akurat. Shank dan Govidarajan ( 1993 :52 ) menggunakan contoh industri ini dalam menggambarkan bagaimana value chain antar pesaing itubekerja di industri ini .

Semula peneliti ingin mengkaji perbedaan antara perusahaan ISO dan non ISO pada Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Pruduct ini seperti yang semula dilakukan oleh carr et.al.( 1997 : 383-403 ). Namun karena semua perusahaan devisi ini memeperolah sertifikasi ISO9000: 2000, maka peneliti mengembangkan penelitian ini seperti yang juga telah dilakukan oleh carr et.al.. dalam analisis sensitivitasnya guna mencari hubungan antar strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO.

1.2.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas , permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.2.1. Apakah secara simultan ada hubungan dengan antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?
1.2.2. Apakah secara parsial ada hubunga dengan antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?
1.2.3. Seberapa besar determinasi pengaruh strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelporan kinerja terhadap akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?


1.3. Tujuan Penelitian

Dengan memeperhatikan perumusan masalah tersebut , maka tujuan penelitian ini dapat di jabarkan sebagai berikut :
1.3.1. Menganalisa hubungan secara simultan antara faktor strategi antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product
1.3.2. Menganalisa hubunagan secara parsial antara antara faktor strategi praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product
1.3.3. Menaganalisa determinasi praktek manajemen kualitas sistem pelporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ?

1.4. Manfaat Penelitian

1.5. Penelitian mengenai hubungan strategi ,praktek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dengan akreditasi ISO pada Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product ini diharapkan dapat memeberikan manfaat bagi :
1.5.1. Pihak manajemen Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , sebagai dasar menyususn strategi , pratek manajemen kualitas dan sistem pelaporan kinerja dalam pengambilan keputusan operasi
1.5.2. Pihak karyawan Perusahaan Sinar Mas Group Divisi Pulp & Paper Product , sebagai salah satu bahan pemikiran guna pemahaman dalam mengembangkan kinerja karyawan untuk mendukung tujuan dan sasaran perusahaan
1.5.3. Pihak Universitas Brawijaya , peneliti dan akademisi yang berkecimpung dalam disiplin ilmu Manajemen sebagai tanmbahan referensi dan wacana diskusi mengenai kajian strategi praktek manajemen kualitas dan sisitem pelaporan kinerja guna mengembangkan teori-teori manajemen stategi yang lebih komprehensif.

Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang “Upaya Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai” dengan permasalahan yang telah diidentifikasi sebagai berikut : bahwa untuk melaksanakan tugas-tugas pokok dibidang kepegawaian, maka diperlukan sumber daya aparatur yang memiliki kemampuan dan produktivitas kerja yang tinggi, perlunya pemberian motivasi agar pegawai memiliki semangat kerja yang tinggi, keberadaan sarana dan prasarana kerja yang mendukung pelaksanaan tugas dan pekerjaan pegawai, penegakan peraturan-peraturan untuk meningkatkan disiplin pegawai, dan pengawasan sebagai kontrol terhadap pegawai dalam melaksanakan pekerjaan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif dengan pendekatan induktif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 102 orang. Mengingat jumlah populasi yang relatif besar, maka penulis menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sampel yang berjumlah 30 orang. Sedangkan teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara,dokumentasi dan observasi.
Dari hasil penyebaran kuesioner dan wawancara didapatkan bahwa kinerja Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dapat ditinjau dari aspek tingkat kemampuan pegawai, motivasi kerja, pola penempatan, pola pengambilan keputusan, disiplin kerja pegawai, tingkat pengawasan, kondisi sarana dan prasarana penunjang kerja dan kondisi tempat bekerja pegawai. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kinerja pegawainya adalah dengan meningkatkan kemampuan pegawai, meningkatkan motivasi kerja dan meningkatkan fungsi-fungsi manajemen.
Akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya Badan Kepegawian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kinerja pegawainya sudah terlaksana dengan baik, namun masih perlu ditingkatkan di masa yang akan datang agar tugas pokok Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Barat dapat tercapai sesuai dengan visi dan misi organisasi yang telah dirumuskan.

Analisis Strategi Bauran pemasaran Eceran (Ritail Marketing Mix) Yang Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen Super swalayan Semarang ... (156)

Suatu perusahaan jasa jika ingin tetap bertahan dan bersaing serta mampu mengembangkan bisnisnya harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen agar tercipta suatu kepuasan. Super Swalayan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Ritel yang menawarkan barang-barang kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat mulai berbenah diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dimata konsumen, hal itu dilakukan dengan harapan kepuasan konsumen terpenuhi sehingga mampu bersaing dengan perusahaan ritel sejenis lainnya.
Permasalahan yang timbul dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan Super swalayan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan.
Populasi yang diambil adalah konsumen Super Swalayan Semarang, dimana setiap orang yang melakukan aktivitas berbelanja pada Super Swalayan. Sampel yang diambil sebanyak 98 konsumen. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan konsumen Super Swalayan mengenai kinerja Super Swalayan Semarang yang terdiri dari variabel Keragaman Produk, Layanan Toko, Atmosfer Toko, Harga, Promosi dan Lokasi. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan teknik matrix important and performance sehingga menggunakan sampel ganda berpasangan dengan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil analisis dengan menggunakan perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa pada keenam faktor yang diukur untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen, diketahui bahwa pelangan merasa puas dengan kinerja Super Swalayan dalam memberikan pelayanan pada faktor Keragaman Produk, Layanan Toko, Lokasi, dan Promosi sedangkan pelanggan merasa tidak puas dengan kinerja Super Swalayan dalamAtmosfer toko. Pada faktor Keputusan Harga tidak diketahui secara signifikan hasilnya.
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan konsumen Super Swalayan semarang merasa tidak puas akan kinerja Super Swalayan. Namun demikian ada faktor dimana konsumen merasa puas. Oleh karena itu disarankan kepada pihak Super Swalayan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dalam memenuhi kebutuhan konsumen agar konsumen merasa sangat puas. Sedangkan pada faktor dimana konsumen merasa puas, hendaknya Super Swalayan dapat mempertahankan prestasinya dan lebih ditingkatkan lagi.

Skripsi Analisa Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Salah Satu Cara Untuk Mengukur Kinerja

A. Latar Belakang
Penilaian kinerja yang selama ini didasarkan pada rasio keuangan yang hanya memberikan perspektif hasil usaha saat ini, keterbatasan dalam pengukuran keuangan maupun non keuangan sampai saat ini masih dihadapi oleh koperasi yaitu bentuk pengukuran beserta alat ukur yang tersedia terhadap kegiatan koperasi secara menyeluruh dan optimal.
Balanced scorecard menekankan, pengukuran keuangan dan non keuangan sebagai bagian sistem informasi bagi seluruh pegawai dari semua tingkatan dalam suatu koperasi. Data laporan tetap dipertahankan dalam pengukuran kinerja dan untuk dapat berhasil dimasa mendatang koperasi, perlu melakukan pengukuran investasi, pada pelanggan, karyawan, proses, teknologi dan investor.
Balanced scorecard meliputi tolak ukur keuangan, yang menerangkan dari aktivitas yang telah dilakukan organisasi dilengkapi dengan tolak ukur operasional terhadap kepuasan pelanggan, proses internal serta aktivitas inovasi dan perbaikan organisasi, manajer koperasi diharapkan mampu memperhatikan secara seimbang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja koperasi secara keseluruhan.
Balanced scorecard dibedakan menjadi 4 perspektif pengukuran yaitu : keuangan, pelanggan bisnis internal, proses belajar dan pertumbuhan.
Perspektif keuangan digunakan untuk melihat pandangan pemegang saham tentang kinerja keuangan suatu koperasi. Perspektif pelanggan untuk melihat bagaimana pandangan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh suatu koperasi. Perspektif proses bisnis internal menyatakan tentang segala sesuatu yang diunggulkan oleh suatu koperasi sedangkan perspektif belajar dan berkembang yaitu mengungkapkan kemampuan koperasi untuk melakukan perbaikan dan menciptakan suatu hal baru bagi koperasi yang akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam suatu koperasi kinerja manajemen sebagai hasil dalam suatu efektifitas operasional manajemen organisasi, bagian organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran, standart kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum, membantu pengembangan karyawan dan menyediakan umpan balik bagi suatu karyawan mengenai bagaimana atasan mereka dalam menilai kinerja.
Koperasi AS-Sakinah sebagai salah satu koperasi yang berbadan hukum yang diharapkan mempunyai kinerja manajemen yang baik karena dalam persaingannya dengan koperasi lainnya. Memerlukan nilai tambah bagi koperasi AS-Sakinah sebagai mitra usaha. Balanced scorecard dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam penilaian kinerja manajemen koperasi “AS-Sakinah” yang memanfaatkan sebagai proses umpan balik manajemen dalam implementasi strategi dalam proses double loop sehingga manajer dapat melihat apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan strategi dan dapat menguji apakah asumsi-asumsi yang melandasi strategi yang digunakan masih sesuai sehingga dapat berlaku dengan efektif.
Berdasarkan hal-hal dan uraian diatas dapat diketahui bahwa Balanced scorecard digunakan untuk menterjemahkan strategi kedalam tingkatan- tingkatan operasional dan untuk mengukur tingkat efektifitas dalam pelaksanaan operasional. Maka penulis mengangkat judul “Analisa penerapan balanced scorecard sebagai salah satu cara untuk mengukur kinerja ”.

B. Rumusan Masalah
Sebagaimana disinggung, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan balanced scorecard sebagai salah satu cara mengukur kinerja.

C. Batasan Masalah
Agar pembahasan masalah nantinya tidak meluas maka dalam hal ini penulis membatasi bahwa penelitian ini hanya memfokuskan pada perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dan perspektif keuangan.

D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan balanced scorecard sebagai salah satu cara mengukur kinerja.

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Koperasi.
Untuk memberikan masukan sebagai bahan analisa dan perkembangan langkah-langkah yang sudah dilakukan selama ini dari pengukuran kinerja manajemen serta memberikan petunjuk dan saran kepada koperasi yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan agar aktivitas koperasi dapat berjalan efektif dan efisien sehingga tujuan koperasi dapat tercapai.
2. Bagi Universitas.
Untuk menambah perbendaharaan perpustakaan dan sebagai acuan perbandingan khususnya mengenai balanced scorecard sebagai alat ukur kinerja juga sebagai bahan kajian untuk permasalahan- permasalahan yang sepadan dengan masalah yang diteliti.
3. Bagi Penulis.
Penelitian ini sangat berguna bagi penulis untuk berusaha menguasai teori mengenai hal yang diteliti dengan pengetahuan dan hasil penelitian.

Skripsi Manajemen pemasaran google Dalam Pencarian

  1. Contoh Proposal Skripsi Manajemen Pemasaran

    A.Latar Belakang Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Banjarmasin yang ...
    endyf.blogspot.com/.../contoh-proposal-skripsi-manajemen.html
  2. Tesis Perlindungan Hukum Terhadap Petugas Pemasyarakatan Di Dalam ...

    Perkembangan kehidupan manusia baik dalam segi industri, ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan pada era sekarang ini sangat berpengaruh terhadap ...
    endyf.blogspot.com/.../tesis-perlindungan-hukum-terhadap.html
  3. Contoh Proposal Skripsi Manajemen Sumber Daya Manusia

    Latar Belakang Pelayanan publik oleh aparatur pemerintah dewasa ini masih banyak dijumpai kelemahan sehingga belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan ...
    endyf.blogspot.com/.../contoh-proposal-skripsi-manajemen_03.html
  4. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA ...

    Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. ...
    endyf.blogspot.com/2009/.../analisis-faktor-faktor-yang.html
  5. ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN ...

    BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, setiap perusahaan saling berpacu untuk ...
    endyf.blogspot.com/.../analisis-pengaruh-kualitas-pelayanan.html
  6. Pengaruh Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Tingkat Okupansi Hotel ...

    Pengaruh Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Tingkat Okupansi Hotel Santika Malang” Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 November 2005 – 8 Desember 2005. ...
    endyf.blogspot.com/2009/.../pengaruh-bauran-promosi-dalam.html
  7. ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT ...

    ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT.MARTINA BERTO. ANALISIS PENGARUH PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT. ...
    endyf.blogspot.com/.../analisis-pengaruh-promosi-terhadap.html
  8. Analisis Variabel Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian ...

    BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami ...
    endyf.blogspot.com/.../analisis-variabel-bauran-pemasaran_29.html
  9. PERANAN ATRIBUT PRODUK PROPERTI TERHADAP PENJUALAN PERUMAHAN ...

    PERANAN ATRIBUT PRODUK PROPERTI TERHADAP PENJUALAN PERUMAHAN PENGEMBANG XXX DI XXX 2. Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas kini setiap ...
    endyf.blogspot.com/2009/.../peranan-atribut-produk-properti.html
  10. Analisis PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA ...

    Salah satu pendekatan dalam menganalisa penentuan harga saham, yaitu analisis fundamental, yang mengasumsikan setiap perusahaan mempunyai nilai intrinsik, ...
    endyf.blogspot.com/.../analisis-pengaruh-variabel-variabel.html

/pengaruh-budaya-organisasi-terhadap prestasi kerja pegawai negri sipil pada dinas pekerjaan umum ( DPU ) Pemukiman dan prasarana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan motivasi, kedisiplinan dan kepemimpinan di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, kedisiplinan, dan kepemimpinan terhadap prestasi kerja pegawai serta menganalisis variabel yang berpengaruh dominan terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung.
Sampel yang digunakan adalah sebanyak 69 pegawai diambil dari populasi sebanyak 218. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, yang disusun dalam skala 1-5, skor 1 untuk tanggapan yang sangat kurang baik dan skor 5 untuk tanggapan yang sangat baik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Regresi Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi maupun kedisiplinan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung dapat dikategorikan baik. Motivasi pegawai terutama ditunjang oleh tingginya kesempatan pegawai untuk mengembangkan potensi diri dalam pekerjaan, sedangkan kedisiplinan dicerminkan oleh kepatuhan terhadap setiap perintah kedinasan dari atasan yang berwenang, ketaatan terhadap segala peraturan yang berlaku dan datang serta pulang sesuai dengan jam kerja yang berlaku. Sedangkan untuk kepemimpinan, perilaku yang selama ini dominan diterapkan dalam kehidupan organisasi sehari-hari adalah perilaku Delegatif, yaitu dicerminkan dengan tanggung jawab yang diberikan pimpinan kepada pegawai serta terperincinya tanggung jawab tersebut. Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung.